mesin pencari

Wednesday, 25 July 2012

Bukan Jalan – Jalan Biasa


Bukan Jalan – Jalan Biasa
Perjalanan diawali ketika saya beserta teman – teman melakukan perjalanan menuju pantai Wonosari. Pagi – pagi buta kami berangkat menuju sebuah pantai wonosari, sepanjang perjalanan kami bercerita tentang kegiatan kita sehari – hari, awalnya saya mengira jika perjalanan saya kali ini akan menjadi perjalanan yang biasa – biasa saja, tetapi dugaan saya sepertinya sedikit meleset.
                Perjalanan kali ini sedikit istimewa selain disertai 6 personel, tetapi salah satu peserta piknik kali ini adalah teman saya yang baru saja pulang dari studinya di RRC. Dia banyak bercerita tentang banyak hal kepada kami, misalnya tentang beberapa tempat disana dan segala keunikannya serta pengalaman ketika ia dimintai tolong oleh teman kami lainnya yang sedang praktek berlayar dan singgah di RRC, akan tetapi tidak tahu bahasa disana sehingga mengundang gelak tawa sebagian dari kita.
                Fokus dari saya sebenarnya bukanlah tentang lelucon dan cerita dari teman saya itu, akan tetapi pengalaman ia itulah yang sedikit menggelitik saya dan sedikit melucut saya untuk lebih serius untuk menjalani dari sebagian sisa hidup saya. Beberapa minggu terakhir saya sangat tidak bersemangat dalam menjalani hidup, saya merasa hidup saya datar – datar saja dan tidak ada yang istimewa, semangat yang biasanya berkobar – kobar seakan hilang ditelan bumi. Tetapi setelah mendengar beberapa dari teman saya akan menyelesaikan dan beberapa telah menyelesaikan pendidikan ditingkat Perguruan Tinggi, saya menjadi ingin segera menyelesaikan kuliah dan bekerja seperti yang saya cita2kan.
                Cerita saya tidak berhenti disitu saja. Keesokan harinya sepulang dari beribadah seorang sahabat saya menghubungi saya dan mengajak saya untuk menemaninya untuk bertemu perempuan yang tidak lain tidak bukan adalah salah satu adik kelas kita sewaktu SMP. Ia tinggal di Solo, saya menerima langsung tawaran sahabat saya dan kamipun bergegas pergi ke solo. Tibalah kami disolo, dengan tidak berharap akan mendapat sesuatu selain mendapati teman kami ini tetap sehat setelah dilanda beberapa masalah, kamipun mencari alamat rumahnya. Akhirnya tanpa kesulitan yang berarti kami berdua menemukan rumah teman wanita kami.
                Ketika kami sampai rumahnya kami disambut dengan teriakan histerisnya (ternyata dia tidak berubah). Kamipun masuk dalam perbincangan yang ringan hingga yang sedikit menjorok ke hal – hal yang bersifat pribadi. Setelah kami berbincang panjang dan lebar, akhirnya tibalah pada pembicaraan mengenai kegiatannya sekarang, ternyata dia sekarang sedang menempuh studi tekstil disebuah universitas negeri dikota solo, menurut penuturannya ia sebenernya tidak berkeinginan berkuliah disana, akan tetapi karena beberapa alasan akhirnya dia berkuliah ditempat tersebut. Selain berkuliah ia juga bekerja sebagai fotografer, penata rias, serta seorang designer baju. Belum lama ini ia mengikuti sebuah fashion festival dijogja, ini adalah fashion festival pertamanya. Iapun masuk dalam sebuah artikel Koran ternama Indonesia. “Kerja keras” adalah hal yang sering ia katakan selain selalu berharap pada Tuhan tentunya.

Dari dua hari perjalanan, saya mendapatkan beberapa hal menarik yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi saya dan teman – teman. Hidup adalah sebuah buku besar yang didalamnya terdapat tulisan MIRING yang merupakan permasalahan yang patut kita hadapi dengan tenang dan sabar, ada pula ada tulisan TEBAL yang menjadi perwujudan sesuatu yang patut kita cermati dengan kepekaan terhadap semua yang ada di sekitar kita, serta ada pula ______ yang perlu kita isi dengan pengalaman kita yang dapat menguatkan orang lain. MAUKAH KALIAN MENJADI BUKU YANG BEST SELLER atau hanya sekedar roman picisan?... Semua ditangan kita.

-------BUATLAH MOMENT… JANGAN MENUNGGU MOMENT ITU DATANG DENGAN SENDIRINYA--------