mesin pencari

Wednesday, 12 June 2013

Apa dan Siapa Yang Kalian Perjuangkan?

          Pagi ini sedikit merenung tentang pemberitaan beberapaa kelompok mahasiswa di Makasar yang  terlibat bentrok dengan warga. Menilik tentang apa yang sebenarnya menjadi pemicunya menjadi sedikit aneh dan mengherankan. Pada awalnya mereka melakukan unjuk rasa untuk menentang rencana Pemerintah Republik Indonesia yang akan menaikan harga BBM, tetapi pada akhirnya mengapa mereka malah terlibat bentrok dengan warga disekitar dimana mereka melakukan unjuk rasa.
          Saya melihat ada sedikit kejanggalan dikejadian tersebut. Ada beberapa hal yang menggelitik saya untuk membahas hal ini. Pertama, Apa sebenarnya tujuan awal unjuk rasa ini dilakukan. Dan yang kedua untuk siapakah mereka melakukan unjuk rasa tersebut.
        Untuk melihat hal yang pertama, kita perlu menarik benang merah kebelakang apa tujuan awal sebenarnya para mahasiswa tersebut melakukan demontrasi. Memperhatikan beberapa pemberitaan yang saya lihat diberbagai media cetak maupun pemberitaan di televisi, pada awalnya mahasiswa melakukan demonstrasi untuk menentang adanya rencana Pemerintah RI untuk menaikan harga BBM. Sebagai mahasiswa yang cerdas seharusnya sebelum melakukan demonstrasi harus mempersiapkan beberapa hal. Data yang valid tentang apa yang akan kita utarakan kepada pihak yang kita serang, dalam hal ini kebijakan Pemerintah RI adalah hal yang pertama harus kita siapkan. Hal kedua yang perlu kita siapkan adalah data tentang apakah alasan mengapa kita mengutarakan hal - hal tersebut. Setelah kita menemukan hal - hal tadi kita akan menemukan apa dan kepada siapa kita akan mengutarakan unjuk rasa ini.
          Hal kedua yang akan saya bahas disini adalah Siapa yang sebenarnya para mahasiswa ini perjuangkan haknya sehingga terjadi bentrok semacam ini. Menyambung beberapa hal yang saya utarakan di paragraf sebelumnya, mahasiswa juga seharusnya tetap konsisten dan fokus dengan siapa yang mereka perjuangan. Jika rakyat yang mereka perjuangkan mengapa mereka malah bertengkar dengan warga sendiri dan mengapa warga hingga ikut terlibat. Saya lihat terdapat hal yang salah disini, dan kemungkinan besar adalah mahasiswalah yang mengawali adanya bentrok. Semuanya bisa kita lihat dari tidak adanya kerusuhan - kerusuhan ditempat itu sebelumnya. Sebagai kalangan terdidik tidak seharusnya mahasiswa Muhamadiyah Makasar memicu bentrok, seharusnya lebih bijak dalam melakukan suatu hal. Kita harus kembali fokus kepada tujuan kita melakukan unjuk rasa. Semua itu bisa diselesaikan dengan cara diplomasi.

Bentrok Mahasiswa Muhamadiyah Makasar

Be wise brother and sister

Wednesday, 25 July 2012

Bukan Jalan – Jalan Biasa


Bukan Jalan – Jalan Biasa
Perjalanan diawali ketika saya beserta teman – teman melakukan perjalanan menuju pantai Wonosari. Pagi – pagi buta kami berangkat menuju sebuah pantai wonosari, sepanjang perjalanan kami bercerita tentang kegiatan kita sehari – hari, awalnya saya mengira jika perjalanan saya kali ini akan menjadi perjalanan yang biasa – biasa saja, tetapi dugaan saya sepertinya sedikit meleset.
                Perjalanan kali ini sedikit istimewa selain disertai 6 personel, tetapi salah satu peserta piknik kali ini adalah teman saya yang baru saja pulang dari studinya di RRC. Dia banyak bercerita tentang banyak hal kepada kami, misalnya tentang beberapa tempat disana dan segala keunikannya serta pengalaman ketika ia dimintai tolong oleh teman kami lainnya yang sedang praktek berlayar dan singgah di RRC, akan tetapi tidak tahu bahasa disana sehingga mengundang gelak tawa sebagian dari kita.
                Fokus dari saya sebenarnya bukanlah tentang lelucon dan cerita dari teman saya itu, akan tetapi pengalaman ia itulah yang sedikit menggelitik saya dan sedikit melucut saya untuk lebih serius untuk menjalani dari sebagian sisa hidup saya. Beberapa minggu terakhir saya sangat tidak bersemangat dalam menjalani hidup, saya merasa hidup saya datar – datar saja dan tidak ada yang istimewa, semangat yang biasanya berkobar – kobar seakan hilang ditelan bumi. Tetapi setelah mendengar beberapa dari teman saya akan menyelesaikan dan beberapa telah menyelesaikan pendidikan ditingkat Perguruan Tinggi, saya menjadi ingin segera menyelesaikan kuliah dan bekerja seperti yang saya cita2kan.
                Cerita saya tidak berhenti disitu saja. Keesokan harinya sepulang dari beribadah seorang sahabat saya menghubungi saya dan mengajak saya untuk menemaninya untuk bertemu perempuan yang tidak lain tidak bukan adalah salah satu adik kelas kita sewaktu SMP. Ia tinggal di Solo, saya menerima langsung tawaran sahabat saya dan kamipun bergegas pergi ke solo. Tibalah kami disolo, dengan tidak berharap akan mendapat sesuatu selain mendapati teman kami ini tetap sehat setelah dilanda beberapa masalah, kamipun mencari alamat rumahnya. Akhirnya tanpa kesulitan yang berarti kami berdua menemukan rumah teman wanita kami.
                Ketika kami sampai rumahnya kami disambut dengan teriakan histerisnya (ternyata dia tidak berubah). Kamipun masuk dalam perbincangan yang ringan hingga yang sedikit menjorok ke hal – hal yang bersifat pribadi. Setelah kami berbincang panjang dan lebar, akhirnya tibalah pada pembicaraan mengenai kegiatannya sekarang, ternyata dia sekarang sedang menempuh studi tekstil disebuah universitas negeri dikota solo, menurut penuturannya ia sebenernya tidak berkeinginan berkuliah disana, akan tetapi karena beberapa alasan akhirnya dia berkuliah ditempat tersebut. Selain berkuliah ia juga bekerja sebagai fotografer, penata rias, serta seorang designer baju. Belum lama ini ia mengikuti sebuah fashion festival dijogja, ini adalah fashion festival pertamanya. Iapun masuk dalam sebuah artikel Koran ternama Indonesia. “Kerja keras” adalah hal yang sering ia katakan selain selalu berharap pada Tuhan tentunya.

Dari dua hari perjalanan, saya mendapatkan beberapa hal menarik yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi saya dan teman – teman. Hidup adalah sebuah buku besar yang didalamnya terdapat tulisan MIRING yang merupakan permasalahan yang patut kita hadapi dengan tenang dan sabar, ada pula ada tulisan TEBAL yang menjadi perwujudan sesuatu yang patut kita cermati dengan kepekaan terhadap semua yang ada di sekitar kita, serta ada pula ______ yang perlu kita isi dengan pengalaman kita yang dapat menguatkan orang lain. MAUKAH KALIAN MENJADI BUKU YANG BEST SELLER atau hanya sekedar roman picisan?... Semua ditangan kita.

-------BUATLAH MOMENT… JANGAN MENUNGGU MOMENT ITU DATANG DENGAN SENDIRINYA--------


                                                                                    

Wednesday, 16 May 2012

Sebuah Catatan Harian 16 Mei 2012

Jiwa Nasionalisme itu timbul bukan berdasarkan dari mana kita berasal akan tetapi dimanakah kita besar dan bertumbuh. Di Indonesia mungkin banyak orang asing atau ada juga orang yang dianggap Asing... janganlah kalian minder. Jika kalian benar - benar ingin membela Indonesia janganlah ragu... apapun Ras, Agama, atau darimanapun dan bagaimanapun latar belakang kalian... tetaplah semangat... Jangan perdulikan omongan miring orang lain... tanamkan Jiwa MERAH PUTIH disetiap langkah kalian... Tetaplah BERBUAT sesuatu demi Indonesia yang lebih maju... Jangan berstigma jika Indonesia akan begini terus... tetap lakukan perubahan... Jadilah pemuda - pemuda yang tangguh dan mencintai budaya sendiri.

Cinta akan bahasa dan budaya sendiri bukanlah sesuatu yang memalukan dan kuno, Cinta terhadap tanah air adalah sesuatu yang membanggakan... TERUS BERBUAT dan jangan hanya BERKRITIK akan membuat Indonesia lebih maju... itulah yang saya dapatkan dalam perenungan hari ini... 

----Tuhan Memberkati Seluruh Pemuda Indonesia yang cinta akan budaya dan yang berbuat demi kemajuan Negeri ini----

Friday, 16 September 2011

Sebuah Renungan Tentang "100%"

"Pancasila Rumah Kita
Pancasila rumah kita
Rumah untuk kita semua
Nilai dasar Indonesia rumah kita selamanya

Untuk semua puji namanya
Untuk semua cinta sesama
Untuk semua wadah menyatu
Untuk semua bersambung rasa
Untuk semua saling membagi
Pada setiap insan sama dapat sama rasa"

Lewat petikan lirik ciptaan Frangky Sahilatua berjudul Pancasila Rumah Kita apakah yang kalian dapatkan?

Permasalahan mengenai perbedaan Ideologi dan kepercayaan yang terjadi Indonesia saat ini mungkin dapat diterselesaikan ketika kita sebagai bangsa Indonesia kembali merenungkan dan melaksanaan amanat yang terkandung dalam Pancasila. Kita mungkin boleh belajar menjadi 100% tentang agama apapun yang ada di Indonesia tetapi kita juga harus tetap menjadi 100% Indonesia...

Nb : Semoga menemukan sebuah jawaban dalam Perenunganmu...

Thursday, 18 August 2011

INDONESIA BISA!

Bermula dari Perbincangan saya dengan seorang teman saya tentang karya tulisan apakah yang harus kita berikan ketika merayakan HUT RI ke-66 di tempat kami... Lalu kamipun teringat dengan potongan pembukaan UUD 1945,"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur." Dari petikan salah satu bait pembukaan UUD 1945 saya bisa membaca bahwa pada awal kemerdekaan para pendiri bangsa ini telah mengantarkan bangsa ini kedepan sebuah gerbang yang membatasi antara "belum Merdeka" dan "Kemerdekaan" selain itu kita juga diberi beberapa pesan agar kita bisa dapat Merdeka atas negara kita sendiri, Dapat bersatu dan berdaulat, serta dapat hidup secara adil dan makmur diatas tanah air tercinta Indonesia...

Tetapi apakah setelah 66 tahun bangsa kita telah melewati GERBANG tersebut?

1. Kita lihat saat ini banyak sekali petinggi negara ini yang masih korupsi, bahkan bukan saja petinggi saja, kini korupsi telah meraja lela mulai dari kalangan bawah dan penyelesaian yang selalu tidak tuntas akibat tidak tegasnya para penegak hukum, serta masih ada puluhan ribu manusia Indonesia yang berada didalam garis kemiskinan.

2. Dari sisi kesatuan apakah sudah benar2 bersatu negara ini? saya pikir tidak, bisa dibilang kalau negara ini malah terjadi penurunan dalam hal "Tenggang rasa", dahulu jarang sekali terjadi pertengkaran akibat hal2 seperti keyakinan, saya juga banyak melihat bahwa banyak sekali pasangan beda agama yang menikah di Negara ini, tapi sekarang? ketika ada pasangan beda agama yang ingin menikah harus memiliki dana yang cukup besar karena harus menikah diluar negeri. Selain itu banyak sekali terjadi perusakan terhadap tempat peribadahan akibat memiliki perbedaan... ayolaah rakyat Indonesia kita kembali resapi kembali dasar negara kita yaitu PANCASILA, supaya dapat semakin mengerti arti kesatuan yang sejati.



3. Selain Hal2 diatas apakah budaya kita masih bisa menjadi Tuan di Negeri kita tercinta. saya memandang banyak sekali dari pemuda kita yang semakin tidak mencintai budaya sendiri, mereka memilih untuk mencintai budaya negara laen seperti yang sedang booming saat ini. ayoolah kawaan... kurang hebat apa siih negara kita ini, sampai2 kalian lebih mencintai budaya orang lain, mencintai budaya negara sendiri tidak harus dengan cara2 yang hebat yang heroik, mari kita cintai negara kita dengan hal2 kecil seperti mencintai Bahasa kita Bahasa Indonesia,Mencintai lagu2 daerah, apa kalian Tidak bangga ketika negara kita terkenal karena hal2 yang baik bukan karena teroris, mari kita bantu negara ini kearah yang lebih baik.

KAWAN KITA TELAH DIANTAR OLEH PARA PENDIRI NEGERI UNTUK KEDEPAN SUATU PINTU KEBAHAGIAAN YANG KITA SEBUT "MERDEKA" DENGAN BANYAK SEKALI BEKAL... AYOOO... KITA BUKA PINTU GERBANG ITU... apa susahnya? SAYA YAKIN KITA BISA KETIKA KITA BERSATU...

------------------------------------INDONESIA BISA---------------------------------------------