Bukan Jalan – Jalan Biasa
Perjalanan diawali ketika saya beserta teman – teman melakukan
perjalanan menuju pantai Wonosari. Pagi – pagi buta kami berangkat menuju
sebuah pantai wonosari, sepanjang perjalanan kami bercerita tentang kegiatan
kita sehari – hari, awalnya saya mengira jika perjalanan saya kali ini akan
menjadi perjalanan yang biasa – biasa saja, tetapi dugaan saya sepertinya
sedikit meleset.
Perjalanan kali ini sedikit
istimewa selain disertai 6 personel, tetapi salah satu peserta piknik kali ini
adalah teman saya yang baru saja pulang dari studinya di RRC. Dia banyak
bercerita tentang banyak hal kepada kami, misalnya tentang beberapa tempat
disana dan segala keunikannya serta pengalaman ketika ia dimintai tolong oleh
teman kami lainnya yang sedang praktek berlayar dan singgah di RRC, akan tetapi
tidak tahu bahasa disana sehingga mengundang gelak tawa sebagian dari kita.
Fokus dari saya sebenarnya
bukanlah tentang lelucon dan cerita dari teman saya itu, akan tetapi pengalaman
ia itulah yang sedikit menggelitik saya dan sedikit melucut saya untuk lebih
serius untuk menjalani dari sebagian sisa hidup saya. Beberapa minggu terakhir
saya sangat tidak bersemangat dalam menjalani hidup, saya merasa hidup saya
datar – datar saja dan tidak ada yang istimewa, semangat yang biasanya berkobar
– kobar seakan hilang ditelan bumi. Tetapi setelah mendengar beberapa dari
teman saya akan menyelesaikan dan beberapa telah menyelesaikan pendidikan
ditingkat Perguruan Tinggi, saya menjadi ingin segera menyelesaikan kuliah dan
bekerja seperti yang saya cita2kan.
Cerita saya tidak berhenti
disitu saja. Keesokan harinya sepulang dari beribadah seorang sahabat saya menghubungi
saya dan mengajak saya untuk menemaninya untuk bertemu perempuan yang tidak
lain tidak bukan adalah salah satu adik kelas kita sewaktu SMP. Ia tinggal di
Solo, saya menerima langsung tawaran sahabat saya dan kamipun bergegas pergi ke
solo. Tibalah kami disolo, dengan tidak berharap akan mendapat sesuatu selain mendapati
teman kami ini tetap sehat setelah dilanda beberapa masalah, kamipun mencari
alamat rumahnya. Akhirnya tanpa kesulitan yang berarti kami berdua menemukan
rumah teman wanita kami.
Ketika kami sampai rumahnya kami
disambut dengan teriakan histerisnya (ternyata dia tidak berubah). Kamipun masuk
dalam perbincangan yang ringan hingga yang sedikit menjorok ke hal – hal yang
bersifat pribadi. Setelah kami berbincang panjang dan lebar, akhirnya tibalah
pada pembicaraan mengenai kegiatannya sekarang, ternyata dia sekarang sedang
menempuh studi tekstil disebuah universitas negeri dikota solo, menurut
penuturannya ia sebenernya tidak berkeinginan berkuliah disana, akan tetapi
karena beberapa alasan akhirnya dia berkuliah ditempat tersebut. Selain berkuliah
ia juga bekerja sebagai fotografer, penata rias, serta seorang designer baju. Belum
lama ini ia mengikuti sebuah fashion festival dijogja, ini adalah fashion
festival pertamanya. Iapun masuk dalam sebuah artikel Koran ternama Indonesia. “Kerja keras” adalah hal yang sering ia katakan
selain selalu berharap pada Tuhan tentunya.
Dari
dua hari perjalanan, saya mendapatkan beberapa hal menarik yang mungkin bisa
menjadi pelajaran bagi saya dan teman – teman. Hidup adalah sebuah buku besar
yang didalamnya terdapat tulisan MIRING yang
merupakan permasalahan yang patut kita hadapi dengan tenang dan sabar, ada pula
ada tulisan TEBAL yang menjadi
perwujudan sesuatu yang patut kita cermati dengan kepekaan terhadap semua yang
ada di sekitar kita, serta ada pula ______ yang perlu kita isi dengan
pengalaman kita yang dapat menguatkan orang lain. MAUKAH KALIAN MENJADI BUKU
YANG BEST SELLER atau hanya sekedar
roman picisan?... Semua ditangan kita.
-------BUATLAH MOMENT… JANGAN MENUNGGU MOMENT ITU DATANG DENGAN
SENDIRINYA--------
No comments:
Post a Comment